Click "view web version" (smartphone)

Pages

Sistem Operasi Windows

Tutorial dan tips trik sistem operasi Windows.

Sistem Operasi Linux

Tutorial dan tips trik sistem operasi Linux.

Seputar Youtube

Tutorial dan tips trik seputar Youtube.

Sistem Operasi Android

Tutorial dan tips trik sistem operasi Android.

Seputar Multimedia

Tutorial dan tips trik seputar Multimedia.

Thursday 8 October 2020

Changing SQL Server Default TCP Port

Seperti diketahui bahwa Default TCP Port dari SQL Server adalah 1433. Sebagai langkah pengamanan, default TCP port tersebut direkomendasikan untuk diganti dengan nilai port lain.

Langkah-langkah untuk mengganti default TCP port adalah sebagai berikut (misal kita ganti dengan 1355, demo ini menggunakan SQL Server 2008 R2) :

pertama kita masuk ke SQL Server Configuration Manager –> SQL Server Network Configuration –> Protocol for <NamaInstance>


Kemudian klik kanan pada Protocol Name TCP/IP lalu pilih Properties lalu pilihlah tab IP Addresseses . Terlihat jelas bahwa TCP Port default terdaftar pada semua IP Address yang ada.

Kosongkan semua nilai yang ada di TCP Port pada setiap IP Address yang ada kecuali untuk IP Addresses IPAll. Kosongkan TCP Dynamic Port. Isi TCP Port pada IPAll dengan nilai 1355



Klik Ok, sesuai Warning Box diatas, kita restart Services dari SQL Server.

Langkah selanjutnya adalah memasukkan Inbound Rules baru pada Firewall untuk port 1355.


Setelah TCP Port 1355 di assign ke Inbound rules pada firewall, sampai langkah ini kita telah selasai mengganti TCP Port Default dari SQL Server.

Agar Client bisa melakukan komunikasi dengan SQL Server yang telah berganti nilai TCP Portnya, Name Server nya perlu didampingi dengan nilai TCP portnya. Contoh penulisannya seperti Connectionstring berikut :
Provider=SQLNCLI10;Server=myServerAddress,1355;
Database=myDataBase;Uid=myUsername; Pwd=myPassword;

Tampak pada penyebutan name server ditulis seperti ini : myServerAddress,1355.

Membeli Domain

Apa itu Domain?
Domain adalah alamat dari sebuah website yang bisa diakses online. 
Sebagai contoh, ketika Anda ingin mengunjungi situs Wikipedia, Anda cukup mengetikkan: www.wikipedia.org. Dalam sekejap halaman website Wikipedia akan ditampilkan. 

Begitu juga, saat Anda mengakses sebuah website yang belum Anda ketahui namanya, apa yang terpampang pada kolom URL di browser merupakan alamat website tersebut. 

Hadirnya domain membantu Anda mengakses sebuah website tanpa perlu mengingat deretan alamat IP. IP sendiri adalah serangkaian angka yang digunakan oleh komputer untuk saling berkomunikasi atau bertukar data satu sama lain. 

Dengan pemanfaatan domain, komunikasi antara manusia dengan komputer dapat berjalan dengan baik. 
1. Membangun Personal Branding dengan Mudah
Ingin membangun personal branding dengan efektif? Manfaatkanlah domain yang Anda miliki. Anda bisa membangun personal branding lewat sebuah website portofolio. 

Sebuah website portfolio akan menampilkan citra diri Anda secara profesional. Tidak hanya berupa penjelasan tentang keahlian Anda, sebuah website portfolio juga bisa digunakan untuk menunjukkan karya terbaik Anda. 
Misalnya, jika Anda seorang desainer grafis, karya desain Anda bisa ditampilkan pada sebuah halaman gallery di website Anda. 

Tentunya, website portofolio Anda membutuhkan layanan hosting sebagai media penyimpanan. Jika domain adalah alamat website Anda, hosting ibarat rumah bagi semua aset website Anda. 
Dengan memiliki personal branding yang kuat, semakin mudah bagi Anda dikenal sebagai profesional. Terlebih di era digital saat ini, personal branding sangat penting untuk mendapatkan klien baru dan relasi bisnis.

Sebaiknya, Anda segera menentukan domain yang ingin Anda gunakan untuk keperluan branding ini. Ketika domain sudah menjadi milik orang lain, Anda harus rela menggunakan nama yang berbeda. 
Intinya, siapa cepat, dia dapat!

2. Bisa Membuat Email yang Profesional 
Ketika melakukan korespondensi bisnis melalui email, Anda harus mampu tampil profesional. 
Menggunakan email seperti penerbitku@gmail.com atau yudideveloper@hotmail.com tentu tampak kurang bonafide. Apalagi jika Anda sedang dalam tahap menjalin bisnis dengan relasi baru. Selain kurang meyakinkan, Anda akan kesulitan bersaing dengan kompetitor yang telah menggunakan email profesional. 

Oleh karena itu, membuat email yang profesional dengan domain Anda sendiri sangatlah penting.
Sebagai contoh, jika nama domain Anda adalah digitalnews.com, tentu lebih menarik bagi relasi Anda ketika Anda menggunakan email kontak@digitalnews.com. 

3. Membangun Blog yang Menarik
Domain yang Anda miliki dapat digunakan untuk membangun sebuah blog yang menarik. Untuk itu, penting untuk memilih dan membeli domain yang unik dan sesuai dengan topik yang Anda gemari. 

Blog merupakan jenis website yang berisi konten yang terupdate. Konten yang Anda buat bisa berupa teks, file audio, video, maupun perpaduan dari berbagai media tersebut. 

Selain bisa dimanfaatkan sebagai media mencurahkan ide dan pengalaman pribadi, atau melatih kemampuan menulis Anda, blog juga bisa dijadikan sumber penghasilan.

Tahukah Anda bahwa membuat blog itu mudah? Dengan mengikuti panduan yang benar, blog impian Anda bisa terwujud dalam waktu singkat. Silakan baca panduan lengkap kami tentang cara membuat blog.

4. Membangun Toko Online yang Menguntungkan
Jika domain Anda menunjukkan identitas bisnis, menggunakannya untuk membangun toko online adalah langkah yang tepat. 
Contohnya, jika domain yang Anda miliki adalah cantikcraft.com, Anda bisa menggunakannya berjualan hasil kerajinan tangan secara online. 

Faktanya, potensi ecommerce Indonesia sangat besar! Bahkan di tahun 2025, transaksi pasar online di Indonesia diprediksi bisa mencapai US$82 miliar. Dengan memasarkan produk Anda secara online, potensi keuntungan yang Anda dapatkan bisa meningkat. Apalagi jika konsumen Anda berasal dari seluruh dunia.

Untuk membangun sebuah website toko online ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.
Mulailah dengan menentukan platform. Salah satu platform paling umum dan banyak direkomendasikan adalah WordPress. Dengan menggunakan WordPress, Anda bisa memasang WooCommerce, sebuah plugin yang akan menjadikan toko online Anda memiliki fungsi lebih lengkap.

Selanjutnya, Anda cukup melakukan kustomisasi agar toko online Anda tampil menarik. Jangan lupa untuk terus mengembangkan toko online Anda agar kian menguntungkan. 

5. Membuat Custom Domain untuk Blogger Anda
Layanan Blogger dari Google sempat menjadi primadona bagi banyak blogger di Indonesia. Apakah Anda salah satunya?
Sayangnya, layanan ini menyematkan subdomain blogspot.com pada nama blog. Contohnya: wirausaha.blogspot.com. 

Nama di atas tentu terlihat kurang personal, bukan? Bandingkan jika nama blog Anda adalah wirausaha.com. 
Nah, jika Anda sudah memiliki domain sendiri, Anda bisa membuat custom domain untuk blogger Anda. Singkatnya, Anda mengganti nama panjang blogspot dengan nama domain Anda sendiri. 

Tujuan dari membuat custom domain adalah membuat blog Anda lebih fleksibel dalam hal pemilihan nama, lebih mudah ditemukan mesin pencari, dan terlihat profesional.
Terdapat beberapa langkah untuk membuat custom domain blogger. Kami memiliki panduan lengkapnya untuk Anda. 

6. Mendapatkan Keuntungan dari Penjualan Domain
Apakah Anda bisa menjual sebuah domain kembali? Jawabannya, bisa. 
Anda mungkin tidak terpikir bahwa sebuah domain dapat dijadikan investasi yang menguntungkan. Faktanya, sebuah domain bisa memiliki nilai penjualan yang berlipat ganda melampaui harga pembeliannya. 

Contohnya, jet.com adalah domain termahal di dunia saat ini. Walmart, sebuah perusahaan retail di Amerika, membelinya dengan harga US$3,3 miliar di tahun 2016. Wow!
Fenomena seperti ini kerap terjadi pada bisnis jual-beli domain. Seperti yang terjadi pada fb.com dan lasvegas.com. Singkatnya, memiliki sebuah domain berpotensi memberikan Anda keuntungan yang berlipat ganda jika Anda cermat mengamati tren investasi domain. 

Ada banyak cara untuk menjual sebuah domain. Anda bisa menjualnya secara langsung kepada pembeli atau menggunakan jasa pihak ketiga. Salah satu website yang memberikan layanan jual-beli domain adalah Sedo. 

Sedo adalah marketplace domain yang sudah dikenal oleh banyak pebisnis. Jika Anda ingin mengetahui cara jual domain di Sedo.

Cara Membeli Domain
Setelah mengetahui berbagai manfaat memiliki domain, bagaimana cara membeli sebuah domain? Berikut ini langkah-langkahnya:

Pertama, Anda bisa memilih penyedia layanan domain murah yang akan meregistrasikan domain Anda.
Kedua, Anda akan melakukan pengecekan apakah domain yang Anda inginkan masih tersedia. Pastikan memilih nama yang sesuai dengan tujuan bisnis Anda.
Ketiga, menyelesaikan pendaftaran domain Anda dan melakukan pembayaran.
Keempat, melakukan konfirmasi kepemilikan domain yang akan dikonfirmasikan melalui email. 
Kelima, Anda sudah bisa memanfaatkan domain Anda untuk berbagai hal yang sudah kami jelaskan di atas.

Penutup
Ternyata, banyak sekali manfaat domain yang bisa Anda dapatkan, ya? 
Setelah membeli domain, Anda bisa membangun personal branding dengan mudah, membuat email yang profesional, membangun blog yang menarik, membuat toko online yang menguntungkan, membuat custom domain untuk blogger, dan mendapatkan keuntungan dari penjualan domain Anda

Cara Membuat VPN Server (OpenVPN)

Panduan Cara Membuat VPN Server Menggunakan OpenVPN di CentOS 7
Kebutuhan yang Perlu Dipersiapkan
Sebelum mengeksekusi panduan membuat VPN Server, ada beberapa kebutuhan yang perlu Anda persiapkan agar proses instalasi dan konfigurasi dapat berjalan dengan baik.

Akses ke Server (non root)
VPS/Komputer dengan sistem operasi Linux CentOS 7

Setelah syarat ini sudah siap, Anda dapat melanjutkan ke tahap langkah-langkah cara membuat VPN server menggunakan OpenVPN.

Langkah 1 – Cari dan Catat Public IP
Gunakan beberapa langkah di bawah ini untuk mengetahui alamat IP server.

Misalnya interface server adalah eth0 atau eth1.

$ ip addr show eth0

Or

$ ip addr show eth1

Or

$ dig TXT +short o-o.myaddr.l.google.com @ns1.google.com

Anda dapat menggunakan salah satu dari ketiga cara di atas.

Langkah 2 – Download Skrip ‘openvpn-install.sh’
Gunakan wget untuk mengambil executable file yang digunakan untuk menginstall Openvpn Server secara otomatis.

$ wget https://git.io/vpn -O openvpn-install.sh


Proses membuat VPN Server dan File Konfigurasi Client (1)
Langkah 3 – Jalankan openvpn-install.sh untuk Menginstal OpenVPN Server
Kemudian jalankan file openvpn-install.sh untuk menginstal OpenVPN server.

$ sudo bash openvpn-install.sh

Ketika muncul untuk memasukkan alamat IP dan port, masukkan alamat IP server dan port ‘1194’ kemudian tekan tombol “Enter”. Atau dapat menyesuaikan dengan konfigurasi di atas. Pastikan alamat IP sama dengan server.


Proses membuat VPN Server dan File Konfigurasi Client (1)

Tekan “Enter” dan skrip akan berjalan secara otomatis, kurang lebih seperti ini isinya:
Contoh keluarannya seperti ini:
Loaded plugins: fastestmirror

Determining fastest mirrors
………………………………………………..

Created symlink from /etc/systemd/system/multi-user.target.wants/openvpn@server.service to /usr/lib/systemd/system/openvpn@.service.

Finished!
Your client configuration is available at: /root/semutvps.ovpn
If you want to add more clients, you simply need to run this script again!

Selesai! OpenVPN server sudah berhasil dikonfigurasi dan siap untuk digunakan.
Anda dapat melihat firewall yang ditambahkan di dalam file /etc/rc.local.

$ sudo cat /etc/rc.local

Contoh isinya seperti ini:
iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.8.0.0/24 ! -d 10.8.0.0/24 -j SNAT –to 31.220.58.75

Anda dapat melihat konfigurasi OpenVPN server menggunakan perintah berikut.

$ sudo more /etc/openvpn/server.conf
$ sudo vi /etc/openvpn/server.conf

Contoh isinya seperti ini:
port 1194
proto udp
dev tun
sndbuf 0
rcvbuf 0
ca ca.crt
cert server.crt
key server.key
dh dh.pem
auth SHA512
tls-auth ta.key 0
topology subnet
server 10.8.0.0 255.255.255.0
ifconfig-pool-persist ipp.txt
push “redirect-gateway def1 bypass-dhcp”
push “dhcp-option DNS 8.8.8.8”
push “dhcp-option DNS 8.8.4.4”
keepalive 10 120
cipher AES-256-CBC
user nobody
group nobody
persist-key
persist-tun
status openvpn-status.log
verb 3
crl-verify crl.pem

Setelah menjalankan langkah-langkah cara membuat VPN server, Anda sudah dapat melanjutkan ke proses mengkoneksikan client ke server VPN menggunakan OpenVPN atau Network Manager.

Langkah 4 – Konfigurasi dan Setting VPN untuk Client
Pada contoh ini kita akan menggunakan Linux dan Android untuk mencoba VPN server yang tadi sudah diinstall dan dikonfigurasi. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengunduh file yang tadi sudah dibuat pada waktu proses instalasi – pada contoh diatas nama filenya adalah semutvps.ovpn.

Pada komputer lokal atau perangkat Anda tinggal ketikan perintah.
$ scp username@ip_addressServer:~/(namafile).ovpn .

Contohnya:
$ scp vpsniaga@31.220.58.75:~/semutvps.ovpn .

Perintah tersebut akan menyalin file konfigurasi VPN untuk client ke lokal komputer.

Langkah 4.1 – UBUNTU
Cara Pertama: Menggunakan Terminal

Langkah 1 – Install OpenVPN Plugin
$ sudo apt install network-manager-openvpn-gnome openvpn-systemd-resolved

Langkah 2 – Cara import file konfigurasi OpenVPN menggunakan Network Manager
$ sudo nmcli connection import type openvpn file /folder/ke/file.ovpn

Misalnya:
$ sudo nmcli connection import type openvpn file /home/semutireng/semutireng.ovpn

Langkah 3 – Menghubungkan ke VPN Server
Pada contoh di atas koneksi VPN diberikan nama ‘semutireng’ dan untuk menghubungkannya dengan OpenVPN server gunakan perintah berikut.

$ nmcli connection up semutireng
Untuk melihat detail koneksi dapat menggunakan perintah.

$ nmcli connection show semutireng

Cara Kedua: Menggunakan GUI Network Manager
Langkah 1 – Buka Network Manager melalui menu Gnome Setting.
Langkah 2 – Klik Tab Network dan klik Simbol VPN +.
Langkah 3 – Di dalam jendela Add VPN, klik opsi “Import from file…”.
Langkah 4 – Anda perlu mengarahkan pilihan ke file .ovpn You must navigate to your .ovpn file (/home/semutireng/semutireng.ovpn) kemudian klik tombol “Open”.
Langkah 5 – Dan lanjutkan dengan klik tombol “Add”.
Langkah 6 – Selesai! Klik tombol on/off untuk mengaktifkan VPN.
Langkah 4.2 – ANDROID

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menyalin file .ovpn ke perangkat mobile. Anda fapat menggunakan fungsi scp atau aplikasi lain untuk memindahkan file .ovpn dari server ke perangkat mobile/desktop.

Kemudian, pada sistem operasi Android, Anda dapat menggunakan OpenVPN Connect untuk menghubungkan perangkat dengan server OpenVPN di VPS.

Konfigurasi Client VPS di Android (1)
Saat file .ovpn sudah terunggah, maka Anda tinggal mengaktifkannya saja kemudian melakukan pengecekan melalui Google seperti langkah di bawah ini.

Konfigurasi Client VPS di Android (2)
Langkah 5 – Verifikasi Koneksi

Anda dapat melakukan pengecekan apakah perangkat sudah terhubung dengan server VPN atau belum dengan menggunakan situs Whats My Ip Address atau menggunakan teks perintah:

$ dig TXT +short o-o.myaddr.l.google.com @ns1.google.com


Pengecekan IP Menggunakan Terminal

Kesimpulan
Pada panduan ini telah dibahas mengenai cara membuat VPN server menggunakan OpenVPN dan mengkonfigurasikannya dengan client. Setelah menyelesaikan panduan ini Anda sudah bisa menggunakan koneksi menggunakan server VPN yang sudah dibuat sendiri. Anda dapat menggunakan Ubuntu, Android, atau sistem operasi lain yang mendukung penggunaan OpenVPN atau fitur VPN.

Apa itu VPN & Bagaimana Cara Kerjanya?

VPN (Virtual Private Network) dibuat dengan tujuan mengkoneksikan jaringan antar gedung perkantoran secara aman dan dapat menggunakan jaringan kantor dari rumah atau tempat lain.
Sedangkan pada saat ini, VPN sudah banyak digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia. Tujuannya? Tentu untuk mendapatkan koneksi ke internet secara aman, pribadi (private), dan dapat mengakses suatu jaringan secara remote.

VPN (Virtual Private Network) adalah layanan koneksi yang memberikan Anda akses ke website secara aman (secure) dan pribadi (private) dengan mengubah jalur koneksi melalui server dan menyembunyikan pertukaran data yang terjadi.

Sederhananya, VPN mengkoneksikan smartphone, tablet, PC ke komputer yang lain (biasa disebut dengan VPN Server) di suatu tempat yang terhubung dengan internet, dan mengizinkan Anda untuk menjelajah internet menggunakan jaringan internet komputer. Jadi jika komputer (server) di negara yang berbeda, itu akan menjadi negara yang Anda gunakan ketika internet mencoba mengenai Anda melalui koneksi tersebut dan Anda dapat mengakses sesuatu yang tidak bisa Anda akses dari negara Anda.

Bagaimana cara kerja VPN?
Setelah mengetahui apa itu vpn dan fungsinya, selanjutnya cara kerja VPN juga harus Anda ketahui. Cara kerja VPN sederhananya adalah melakukan enkripsi pertukaran data bahkan sebelum koneksi publik di tempat kopi atau warung internet membacanya. Ketika terhubung dengan internet menggunakan koneksi VPN itu seperti mengakses internet menggunakan lorong khusus, tidak menggunakan jaringan utama.

Server VPN bertugas untuk meneruskan koneksi Anda ke situs yang ingin diakses. Jadi koneksi yang Anda lakukan akan dikenali sebagai koneksi dari jaringan server VPN bukan jaringan yang digunakan pada saat itu.

Jadi ketika menggunakan jaringan tanpa VPN maka koneksi yang dilakukan secara langsung (direct) tanpa enkripsi. Sedangkan jika menggunakan VPN, maka koneksi yang dilakukan terenkripsi dan dilewatkan terlebih dahulu melalui VPN server.

Berikut ini ilustrasi koneksi melalui jaringan tanpa VPN dan menggunakan VPN.


Koneksi ini memang sudah menjadi standar yang digunakan ketika kita menggunakan internet. Tidak ada enkripsi dan semua data yang yang terlibat dalam proses pertukaran data antara Anda dan aplikasi yang di internet dapat saja dilihat oleh banyak orang.

Tidak masalah jika data yang diproses hanyalah data mengenai pencarian di Google, hiburan atau semacamnya.

Ini akan menjadi masalah jika data yang diproses adalah perbankan online, email bisnis, atau apa pun yang sedikit lebih sensitif. Tentu saja ini akan menjadi cerita yang berbeda. Untuk melakukan serangan online, biasanya pada hacker menggunakan teknik serangan Man in The Middle (MITM) – ini akan kita bahas lain waktu.

Kemudian, bagaimana cara kerja VPN mengamankan data ketika melakukan pertukaran data di internet? Kita coba lihat gambar di bawah ini.


Ketika Anda menggunakan VPN (biasanya menggunakan aplikasi), data Anda dienkripsi oleh aplikasi dan baru dikirimkan melalui ISP kemudian ke server VPN. Server VPN menjadi perangkat ketiga untuk menghubungkan Anda dengan situs atau layanan online. Ini akan dapat memecahkan masalah privasi dan keamanan data saat melakukan pertukaran data. Apa manfaat dan kegunaan VPN lainnya?

Apa Manfaat VPN?
Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan saat menggunakan VPN, antara lain seperti melakukan remote access. Remote access mengizinkan kita mengakses internet menggunakan jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke internet.

Jadi meskipun Anda menggunakan jaringan luar, ketika menggunakan VPN maka jaringan Anda bisa dikenali oleh internet menggunakan jaringan kantor. Selain itu, berikut ini adalah beberapa manfaat dari VPN:

ByPass
Anda dapat melewati pembatasan geografi terhadap situs streaming atau video. Misalnya oleh pemerintah untuk mengakses situs yang dianggap membahayakan, dan lain sebagainya.

Pengamanan Data di Jaringan Publik
Manfaat VPN lainnya adalah melindungi pertukaran data yang Anda lakukan dari WiFi atau jaringan yang tidak dapat dipercaya. Ini akan membantu ketika menggunakan jaringan publik di kafe, bar, dan semacamnya.

Mengamankan Informasi Pribadi Secara Anonim
VPN menyembunyikan lokasi Anda secara realtime ‘secara langsung’. Jadi, tidak sembarangan orang dapat mengetahui lokasi Anda berada saat melakukan akses. Biasanya lokasi yang terdeteksi adalah lokasi server VPN Anda berada.

Data Dienkripsi
Saat memproses pertukaran data antara Anda dan web aplikasi online, data Anda dienkripsi. Sehingga meskipun seseorang melihat apa yang komputer kirimkan, mereka hanya melihat informasi yang sudah terenkripsi, bukan data mentah saja.

Enkripsi Informasi Perangkat
Seseorang tidak bisa dengan mudah mengidentifikasi perangkat yang Anda gunakan, atau apa yang Anda lakukan.

Kekurangan dan Kelebihan VPN
Selain untuk menyembunyikan identitas asli, VPN juga dapat membatasi riwayat penelusuran oleh ISP dan pemerintah. Akan tetapi, ada beberapa kekurangan dari penggunaan VPN, salah satunya adalah koneksi yang terkadang lebih lambat. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan VPN.
KELEBIHAN 
KEKURANGAN
Kerahasiaan data lebih aman. Koneksi lebih lambat.
Bisa mengakses website terblok. 
Koneksi tidak stabil.

Identitas IP asli tidak langsung diketahui. 
Konfigurasi manual cukup rumit.
Akses jaringan dari lokasi yang berbeda. 
Ada batasan penggunaan.

Cukup Amankah Menggunakan VPN?
Keamanan terkadang menjadi perdebatan antara karyawan dengan perusahaan IT.
VPN dapat membuat koneksi Anda sangat aman, tetapi itu juga tergantung dengan protokol (jalan) yang Anda gunakan untuk melakukan koneksi.
Keamanan menggunakan VPN masih terhalang dua faktor utama, yaitu:

Batasan Teknologi
Limitasi teknologi yang digunakan untuk mengembangan VPN, seperti tipe protokol dan enkripsi yang digunakan.

Batasan Hukum
Batasan hukum dan kebijakan memengaruhi apa yang dapat dilakukan dengan teknologi itu. Begitu pula dengan undang-undang negara tempat server dan perusahaan menyediakan VPN berada. Terkadang kebijakan perusahaan sendiri mempengaruhi cara perusahaan menerapkan teknologi ini dalam layanan mereka.

Jadi bisa dibilang tidak sepenuhnya menggunakan VPN itu aman. Namun, paling tidak menggunakan VPN akan lebih aman dibandingkan menggunakan koneksi biasa.

Jadi, Kapan Harus Menggunakan VPN?
Ada beberapa alasan menarik untuk menggunakan teknologi ini:
Membantu Anda mendapatkan koneksi yang lebih aman ketika menggunakan WiFi publik.
Mengenkripsi aktivitas Anda di situs web.
Menyembunyikan aktivitas Anda terhadap orang-orang yang ingin mencoba mengetahui secara diam-diam.
Menyembunyikan lokasi, dan mengizinkan Anda mengakses geo-blocked content ‘konten-konten yang diblok berdasarkan wilayah geografis’.
Memastikan Anda lebih anonim di dalam situs web.

Cara Mendapatkan VPN Gratis
Apa itu VPN Gratis? VPN Gratis adalah layanan yang menyediakan server VPN dan dapat Anda gunakan secara gratis.

Melalui situs-situs di bawah ini, Anda bisa mendapatkan akses VPN secara gratis. Ada beberapa situs penyedia VPN Gratis yang bisa Anda coba. Situs-situs penyedia VPN Gratis ini menyediakan layanan aplikasi VPN yang dapat digunakan di perangkat desktop. Sedangkan jika Anda ingin menggunakan VPN pada perangkat mobile maupun desktop dapat mencoba aplikasi seperti Hotspot Shield atau Tunnel Bear.

Hotspot Shield
Hotspot Shield adalah penyedia layanan VPN yang cukup populer. Meskipun menyediakan layanan premium, tetapi Hotspot Shield juga menawarkan versi gratis yang dapat Anda coba.
Versi ini dapat mencegah situs yang mengandung malware dan membawa Anda untuk terkoneksi dengan situs yang diblok. Namun, versi gratis hanya dapat mengkoneksikannya untuk satu perangkat saja.

TunnelBear
TunnelBear adalah aplikasi VPN yang cukup sederhana tetapi powerful. TunnelBear memiliki tampilan yang menarik sehingga memudahkan pengguna untuk menggunakannya.

TunnelBear adalah sebuah aplikasi VPN yang ramah untuk perangkat Anda. TunnelBear memiliki UI yang menarik dan sederhana sehingga memudahkan pengguna untuk menggunakannya.

Versi yang ditawarkan juga ada dua, gratis dan berbayar. Versi gratis dapat Anda coba sampai dengan 500MB penggunaan.

Hide.me
Hide.me merupakan aplikasi penyedia internet yang ada di Malaysia dan mempunyai puluhan server yang ada di dunia. Versi gratis dari aplikasi ini mengizinkan Anda untuk menggunakan sampai dengan 3GB setiap bulannya.

Kesimpulan
VPN dapat membantu Anda untuk mengamankan koneksi yang Anda lakukan, begitu pula dengan identitas dan data pribadi. Meskipun ada kekurangan, tetapi itu menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan di dalam sebuah aplikasi. 



Ada beberapa pilihan aplikasi penyedia layanan Server VPN, tetapi Anda juga dapat membuat Server VPN sendiri di VPS atau perangkat komputer Anda.

Apa Itu SSL? Pentingkah SSL untuk Website

SSL adalah salah satu komponen penting yang harus dimiliki website. Dengan SSL, transfer data di dalam website menjadi lebih aman dan terenkripsi.

Apa Itu SSL dan TLS?
Apa itu SSL? Sertifikat SSL atau yang lebih dikenal dengan SSL adalah singkatan dari Secure Socket Layer. Apabila sistem keamanan ini ditambahkan pada website Anda, maka URL website akan berubah menjadi HTTPS. Tujuan utama pemasangan SSL adalah sebagai pengaman pertukaran data yang terjadi melalui jaringan internet.

Di awal tadi kami sempat menyinggung, apa beda SSL dengan TLS? Sebenarnya, kini SSL sudah tidak digunakan sama sekali dan sudah digantikan oleh TLS.
Walaupun begitu, karena kebanyakan orang sudah terlalu familiar dengan istilah SSL, perusahaan tetap menggunakan istilah tersebut. Padahal pada dasarnya kini fitur enkripsi yang disediakan adalah TLS.

Keduanya sama-sama mengamankan transfer data di dalam website. Namun, teknologi TLS lebih baik karena lebih baru dan merupakan upgrade dari SSL. Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan perbedaan istilah tersebut.

Mengapa Perlu Menggunakan SSL/TLS?
Secara garis besar, SSL diperlukan untuk mengamankan website Anda dari ancaman keamanan. Namun, ada juga alasan-alasan spesifik mengapa Anda perlu menggunakan SSL/TLS. Berikut ini alasan-alasan yang dimaksud:

1. Menghindarkan Pencurian Data
SSL/TLS melindungi Anda dari ancaman pencurian data. Caranya dengan melakukan enkripsi atau pengacakan data sensitif . Dengan begitu, sembarang orang takkan bisa membaca data yang Anda punya dan kirimkan.

2. Menghindarkan Salah Kirim Data
SSL/TLS juga berfungsi untuk otentikasi (authentication). Artinya, SSL/TLS memastikan Anda mengirimkan informasi atau data ke server yang sesuai tujuan. Bukannya mengirim informasi ke hacker atau pihak-pihak tak bertanggung jawab.

3. Meningkatkan Reputasi Website
Ketika website sudah terinstall SSL/TLS, browser akan menunjukkan notifikasi tertentu. Di Internet Explorer, biasanya notifikasi akan berwujud block berwarna hijau di address bar. Sedangkan di Firefox maupun Google Chrome, notifikasi akan ditunjukkan dalam bentuk ikon gembok yang terkunci.

Notifikasi ini bermanfaat untuk meningkatkan reputasi dan kepercayaan Anda di mata pengunjung. Dengan adanya notifikasi, pengunjung website takkan ragu untuk mengakses website. Dalam kasus website toko online, calon pembeli juga takkan ragu berbelanja di website Anda.

4. Meningkatkan Ranking Website di Mesin Pencari
Algoritma Google juga lebih menyukai website yang memiliki sertifikat SSL/TLS. Bukan cuma sekadar suka sebetulnya. Google bahkan “melarang” penggunanya untuk mengunjungi website yang tak punya sertifikat SSL/TLS.

Maka tak heran kalau SSL/TLS juga berhubungan dengan ranking website di mesin pencarian. Sebuah riset membuktikan bahwa kebanyakan website dengan sertifikat SSL/TLS punya posisi yang lebih tinggi di mesin pencari.

Cara Kerja SSL/TLS
Setelah paham apa itu sertifikat SSL dan alasan memakainya, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara kerjanya. Sertifikat SSL ini nantinya akan membantu Anda untuk mengamankan komunikasi dua komputer yang terhubung oleh jaringan internet.

Pertukaran data seperti mengunjungi website, pengiriman dan penerimaan email, membeli barang online, serta data-data penting perusahaan akan dienkripsi agar tidak ada oknum tak bertanggung jawab yang berusaha menggunakan data-data tersebut secara ilegal.

Sertifikat SSL memiliki dua kombinasi, yakni public key dan private key. Public key digunakan untuk mengenkripsi data yang akan dikirim, sementara private key digunakan untuk mendekripsi data ke format yang dapat digunakan kembali oleh penerima data.

Manfaat SSL/TLS
Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan jika memasang sertifikat SSL di website Anda. Berikut adalah beberapa manfaat SSL:
1. Meningkatkan Reputasi Website
Apabila URL website Anda masih menggunakan protokol HTTP, Google akan secara otomatis menampilkan peringatan Not Secure setiap kali visitor mengunjungi website Anda. Peringatan tersebut juga akan muncul saat visitor mengisi data atau informasi sensitif seperti data login dan password, form, serta data pribadi dan nomor rekening. Secara tidak langsung, Google memaksa pemilik website untuk mengamankan dan mengenkripsi data yang berada dalam jaringan internet.

2. Mengamankan Transfer Data di Website
Keuntungan menggunakan sertifikat SSL lainnya adalah dengan enkripsi yang dimiliki oleh SSL, data akan menjadi lebih aman. Pertukaran data yang terjadi antara komputer Anda dengan komputer visitor yang berusaha mengunjungi website Anda akan dilindungi oleh public key dan private key. Terlebih lagi, label gembok dan HTTPS akan membantu visitor awam untuk lebih tenang saat mengakses website Anda.

3. Meningkatkan Kualitas SEO
Pemasangan sertifikat SSL di website berpengaruh positif terhadap kualitas SEO Anda. Sejak 2014, Google menerapkan algoritma yang mengutamakan website dengan SSL dibanding website tanpa SSL.
Walaupun SSL hanya salah satu dari sekian faktor SEO yang diterapkan Google, tentu lebih baik jika Anda mengaktifkan SSL. Apalagi kini juga tersedia SSL gratis.

Perubahan dari HTTP ke HTTPS


Lalu apa hubungannya dengan HTTP dan HTTPS apabila menggunakan sistem keamanan SSL?

Website yang telah menggunakan sertifikat SSL akan berubah URLnya dari protokol HTTP ke HTTPS. Perbedaan HTTP dan HTTPS cukup berpengaruh bagi visitor di era digital saat ini. User awam biasanya mengenal sertifikat SSL dengan tanda HTTPS yang terdapat saat mengakses website tertentu.

HTTP (HyperText Transfer Protocol) dan HTTPS (HyperText Transfer Protocol Secure) adalah protokol yang didesain khusus untuk mentransfer informasi dari satu komputer ke komputer lain melalui jaringan internet. Perbedaan HTTP dan HTTPS yang paling mencolok adalah dengan penambahan huruf S (Secure).

Namun, HTTP merupakan versi yang tidak terenkripsi dengan aman. Absennya autentikasi membuat Anda tidak benar-benar tahu dengan siapa Anda berinteraksi selama berada di jaringan internet. Bisa saja, saat Anda sedang bertransaksi dengan seseorang, hacker sudah siap untuk menyimpan data-data penting Anda.

Penambahan satu huruf ini sangat penting karena hal tersebut berarti website telah dipasangi sertifikat SSL. Pemasangan sertifikat SSl ini menunjukkan komputer yang saling berhubungan telah setuju dengan sebuah kode yang mengahlau apapun yang berusaha membaca dan mengambil data yang mereka miliki.

Sebagai pemilik website tentu hal ini sangat membantu apabila Anda bertransaksi dengan klien Anda. Hal ini menjadi perhatian yang sangat serius apabila Anda memiliki website jenis e-commerce, karena Anda dan klien akan sering bertukar informasi penting seperti data pribadi, nomor rekening, dan sebagainya.

Jenis-jenis SSL/TLS
Jenis-jenis SSL di bawah ini dibedakan menurut kebutuhan keamanan SSL masing-masing website.
1. Domain Validated SSL (DV SSL)
SSL ini sangat direkomendasikan bagi SMB (bisnis berkembang) yang membutuhkan solusi dengan harga yang terjangkau. Sertifikat SSL level DV ini hanya memerlukan kepemilikan domain, yakni validasi DNS atau email.

DV SSL hanya akan menampilkan informasi bahwa website Anda adalah website yang aman dan terenkripsi. Jadi, tidak disarankan bagi e-commerce untuk menggunakan SSL level ini. DV SSL cocok digunakan pada website testing atau situs internal bisnis Anda. Apabila Anda menggunakan sertifikat ini, penanda bahwa domain telah aman adalah dengan HTTPS dan gembok warna hijau.

2. Organization Validated SSL (OV SSL)
SSL ini sejatinya sama seperti DV SSL. Namun, pemilik domain harus melakukan verifikasi dengan menunjukkan bukti kepemilikan dan legitimasi domain. Artinya, penerbit sertifikat atau CA (Certificate Authority) seperti GeoTrust, Comodo, dan lain-lain akan memastikan bahwa domain tersebut telah terdaftar dengan informasi nama bisnis, lokasi, dan informasi legal lainnya.

OV SSL biasanya digunakan pada website perusahaan agar tampak lebih aman dan terpercaya bagi visitor. Apabila Anda menggunakan sertifikat ini, penanda bahwa domain telah aman adalah dengan HTTPS dan gembok warna hijau.

3. Extended Validated SSL (EV SSL)
EV SSL memiliki keamanan tingkat tinggi dan sangat direkomendasikan bagi bisnis online Anda, terutama website e-commerce. Ciri EV SSL ini adalah dengan tertulisnya nama bisnis Anda dengan warna hijau pada URL bar di dekat nama domain.

EV SSL mengharuskan pemilik domain untuk memverifikasi kepemilikan domain dengan beberapa dokumen legal. Hal ini karena biasanya SSL ini digunakan bagi mereka yang memiliki badan usaha terpercaya seperti PT, CV, dan Departemen Negara.

Cara Memilih SSL/TLS
Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan tentang jenis-jenis SSL. Perlu diketahui bahwa terdapat SSL berbayar dan SSL gratis. Bagi Anda ingin menggunakan SSL murah untuk pertama kalinya dan ingin bereksperimen tanpa mengeluarkan biaya, Anda bisa mencoba SSL gratis dari Cloudflare. Namun jika memilih versi gratis, Anda tidak akan mendapatkan fitur-fitur premium dari Cloudflare. Setelah blog atau website mulai berkembang, Anda dapat memilih SSL Berbayar jenis DV SSL.

Jika Anda memiliki website untuk bisnis Anda atau sebuah organisasi, maka Organization Validated SSL (OV SSL) adalah pilihan yang tepat untuk memastikan kepemilikan domain yang terdaftar dengan nama perusahaan atau organisasi, lokasi yang jlas dan informasi penting lainnya.

Yang terakhir adalah Extended Validated SSL (EV SSL). Untuk anda yang menjalankan bisnis online atau e-commerce SSL jenis ini adalah pilihan terbaik dikarenakan mempunya tingkat keamanan paling tinggi.

Cara Memasang SSL/TLS
Bagi Anda yang baru mengenal SSL dan ingin melakukan instalasi sendiri, tidak perlu khawatir karena kami sudah menyiapkan panduannya. Namun, sebelum itu pastikan dulu apakah Anda akan menggunakan SSL/TLS gratis atau berbayar.

Anda perlu mempertimbangkan hal tersebut berdasarkan kebutuhan dan anggaran yang Anda punya. Beberapa SSL gratis memang sudah menyediakan fitur-fitur penting yang dibutuhkan website. Walaupun begitu, tetap saja untuk mendapatkan fitur secara lengkap, Anda perlu menggunakan SSL berbayar.
Sekali lagi, apakah Anda akan menggunakan SSL gratis atau berbayar, keputusan ada pada Anda.

Setelah memasang SSL melalui cPanel, Anda perlu mengarahkan website Anda ke alamat baru, yaitu dari yang sebelumnya HTTP menjadi HTTPS. Ini berlaku baik untuk SSL gratis maupun SSL berbayar. Tenang, Anda bisa melakukannya menggunakan plugin.

Anda bisa memanfaatkan plugin Really Simple SSL.


Setelah install plugin dan melakukan aktivasi, buka menu Settings > SSL.

Pada bagian atas halaman Anda akan melihat pesan jika redirect ke HTTPS belum aktif. Untuk mengatasinya, klik tombol Go ahead, activate SSL!
Refresh browser Anda. Jika berhasil, Anda akan melihat pesan sukses yang berarti SSL di blog WordPress Anda sudah aktif.

Segera Pasang Sertifikat SSL di Website Anda!
Mengingat betapa pentingnya sertifikat SSL, kami merekomendasikan untuk segera memasang SSL/TLS di website Anda. Dengan begitu reputasi website Anda akan menjadi lebih baik di mata Google dan pengunjung website.

Selain itu, website yang memiliki sertifikat SSL juga punya potensi lebih tinggi untuk naik peringkat di hasil pencarian Google. Terakhir, yang terpenting adalah transfer data di website Anda menjadi semakin aman karena semua aktivitas datanya terenkripsi dengan aman.